Bisnis Pulsa Masih Sangat Menjanjikan

Jakarta – 95% masyarakat pengguna telekomunikasi di Indonesia lebih memilih prabayar dibanding pascabayar. Selama prabayar lebih diminati, bisnis penjualan pulsa akan terus hidup. Omzet bisnisnya pun masih sangat menjanjikan.

Menurut data terbaru Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), dari populasi 230 juta penduduk di Indonesia, penetrasi teledensitas pelanggan seluler telah mencapai 180 juta. Lebih dari 95% di antaranya atau sekitar 171 juta, memilih prabayar.

Bayangkan, jika 171 juta pemilik ponsel di Tanah Air ini mengisi pulsanya setiap hari, minggu, atau bulan, berapa omzet dan keuntungan yang bisa diraup oleh para pedagang pulsa, baik yang melalui voucher fisik maupun pulsa elektrik.

“Menggiurkan dan sangat menjanjikan. Bisnis ini sudah menjelma menjadi industri. Itu sebabnya kami membentuk asosiasi karena kami juga perlu dilindungi. Tujuan lainnya untuk mencegah agen pulsa nakal,” jelas Dwi Lesmana, Ketua Aspindo, di Jakarta, Jumat (16/7/2010).

Aspindo, Asosiasi Server Pulsa Indonesia, merupakan wadah baru yang dibentuk oleh para pengusaha pedagang pulsa dari seluruh Indonesia. Lembaga yang baru saja dikukuhkan 15 Juli 2010 ini sudah memiliki 1.500 anggota.

Dari para anggota itu terdata, lebih dari 60% penjualan pulsa masih didominasi oleh denominasi pulsa dengan nominal rendah di bawah Rp 10.000.

“Kalau ingin mendongkrak penjualan, sebaiknya operator mengeluarkan lagi nominal pulsa di bawah Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Itu semua dilahap para pedagang pulsa,” Andry D Suwardi, Sekjen Aspindo, menyarankan.

Menilik dari sisi omzet, jelas bisnis ini cukup menggiurkan. Seorang pemilik server pulsa bisa mencatat transaksi hingga 500.000 per hari.

Jika diasumsikan pulsa Rp 10.000 per transaksi, dan mencatat 3.000 transaksi dalam sehari, pemilik tersebut dapat mencetak omzet Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar per bulannya. Sementara, margin keuntungan yang didapat bisa mencapai 3% persen dari omzet penjualan.

“Dulu margin keuntungannya bisa 4% sampai 5% dari omzet. Tapi sekarang karena persaingan, marginnya kami kurangi jadi 1% hingga 3% saja. Itu pun masih lumayan besar untungnya,” kata Andry lagi.

Aspindo menjelaskan, untuk mengawali bisnis server pulsa diperlukan biaya sedikitnya Rp 25 juta. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan perangkat server berikut software dan juga modal. Servernya saja bisa mencapai Rp 20 juta.

Kata Andry, peminat server pulsa kian meningkat karena sistem yang diterapkan para pengusaha adalah one chip all operator–satu kartu chip yang bisa top-up pulsa seluruh operator.

“Ini sangat menguntungkan agen ritel, karena mereka tak perlu repot-repot harus memiliki 11 ponsel sesuai jumlah operator untuk melayani pembeli,” terang Andry.

Di dalam rantai distribusi pulsa, server pulsa berada di bawah dealer. Anggota Aspindo ini yang kemudian melanjutkan distribusi pulsa ke pengecer atau kios dalam bentuk elektrik atau pulsa elektrik via one chip all operator itu.

Dalam Rakernas pertamanya, Aspindo yang beranggotakan sekitar 1.500 pemilik server pulsa itu berharap dalam setahun ke depan, asosiasi baru ini mampu menjaring seluruh pemilik server pulsa di Tanah Air yang totalnya diperkirakan berkisar 10.000.

“Karena jumlah pemainnya banyak, kami ingin membuat satu wadah supaya rapih. Kalau sudah solid, agen-agen pulsa juga merasa nyaman dan aman karena organisasinya kini jelas,” jelas Dwi.

Operator sendiri mengakui peranan penting dari para pedagang pulsa dan kartu perdana yang menjadi ujung tombak pemasarannya. XL Axiata, misalnya, telah memiliki 400 ribu mitra outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami menyediakan total hadiah Rp 25 miliar dalam program apresiasi yang kami gelar untuk top outlet kami. Tujuannya jelas untuk menjaga loyalitas dari ujung tombak pemasaran kami,” kata Vice President Channel Strategy & Management XL, Joedi Wisoeda, dalam acara “Mari Kejar Outlet Top (Markotop)” di sela Indonesia Cellular Show 2010.

Sumber: http://bit.ly/9GCfSk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s