Masyarakat Pilih Beli Pulsa dan Kredit Motor Ketimbang Perbaikan Gizi

Jakarta – Pemerintah mengakui kesulitan dalam merealisasikan program diversifikasi pangan nasional karena terbentur dengan gaya hidup masyarakat.

Pasalnya, ada riset yang menyebutkan masyarakat Indonesia lebih memilih membeli pulsa bahkan kredit motor jika pendapatannya naik ketimbang perbaikan gizi dan diversifikasi pangan.

“Diversifikasi pangan terkait kesejahteraan, tapi juga menyangkut gaya hidup. Orang lebih mengutamakan beli pulsa dari pada beli telur dan sayur, termasuk membeli rokok, juga memanfaatkan kredit motor murah,” kata Kepala Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Mulyono Machmur di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (12/10/2010)

Mulyono menyatakan seharusnya masyarakat mengedepankan perbaikan gizi dan diversifikasi pangan jika memperoleh pendapatan berlebih.

“Ada penelitian bahwa jika masyarakat yang pendapatannya naik, bukan pada perbaikan gizi tapi larinya pada konsumsi non pangan,” katanya

Terkait mengenai upaya mengurangi konsumsi makan beras, diakuinya pemerintah banyak mengalami kendala terhadap persepsi beras adalah kebutuhan pokok yang tak tergantikan.

“Orang kita masih beranggapan kalau belum makan nasi belum makan, ini harus diluruskan,” katanya.

Selain itu, selain kampanye, pemerintah juga tengah mengembangkan industri penepungan skal kecil untuk menopang diversifikasi pangan. Dari hasil tepung dapat dibuat berbagai produk makanan.

Bahkan pemerintah juga mendorong agar masyarakat memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami tanaman pangan seperti umbi-umbian. Ia juga mengatakan slogan 4 sehat 5 sempurna juga harus disempurnakan karena percuma saja jika masih lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat terutama nasi.

“Harusnya tetap beragam, bergizi, berimbang, dan aman,” jelasnya.

Dikatakannya keinginan diversifikasi pangan tidak terlepas dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan dunia. Meski pada kenyataannya tidak mudah termasuk dalam hal mengurangi konsumsi beras dan peningkatan produksi beras nasional.

“Menurunkan konsumsi memang berat, produksi terus digenjot, kita akan jadi negara surplus. Sehingga menjadi bangsa yang bisa memberi makan dunia,” katanya.

Sumber: http://bit.ly/djxlNh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s